perjalanan hidup bisa diibaratkan seperti pertandingan tinju. bel pertandingan adalah suara tangisan kita disaat kita lahir, menandakan dimulainya hidup kita. ring adalah dunia tempat kita tinggal dimana semua kejadian terjadi. wasit adalah orangtua yang akan mengawasi kita dan menegur kita disaat kita butuh. lawan bertanding adalah masalah hidup yang tak akan berhenti memberikan warna dalam pertarungan kita melawan diri sendiri. sarung tangan tinju adalah kondom yang selalu setia melindungi kita dari kejadian yang tak diinginkan. knockdown adalah titik di dalam hidup dimana kita merasa sudah tidak sanggup menjalaninya lagi. 10 hitungan yang diberikan wasit adalah dorongan orangtua yang memberi kita kekuatan untuk bangkit lagi. namun, sebesar apapun dorongan yang diberikan oleh orangtua, hanya keinginan yang timbul dari dalam diri sendiri yang akan menentukan apakah kita bisa bangkit lagi dan melanjutkan pertarungan. hidup belum selesai selama lonceng pertandingan belum dibunyikan 3 kali yang menandakan berakhirnya hidup kita. dan lonceng tersebut hanya akan dibunyikan ketika wasit berhenti menghitung, ketika orangtua berhenti memberikan dorongan
je a ja de i di jadi.
Sabtu, 20 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar